SciSimulator
Kembali ke Eksperimen

Teorema Pythagoras Panduan

MatematikaPemulaWaktu baca: 3 menit

Ikhtisar

Teorema Pythagoras adalah salah satu teorema paling terkenal dalam sejarah peradaban manusia. Ini secara ringkas dan mendalam mengungkapkan hubungan kuantitatif antara tiga sisi segitiga siku-siku: a2+b2=c2a^2 + b^2 = c^2. Eksperimen ini, melalui "Bukti Penataan Ulang" klasik (variasi dari diagram Zhou Bi Suan Jing), memungkinkan Anda menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana luas diubah dan dipertahankan saat memindahkan segitiga secara dinamis. Anda tidak akan lagi bergantung pada hafalan, tetapi benar-benar "melihat" validitas teorema ini melalui logika visual.

Latar Belakang

Sejarah teorema Pythagoras sangat kuno. Di Tiongkok kuno, karya matematika paling awal "Zhou Bi Suan Jing" mencatat dialog antara Shang Gao dan Duke of Zhou pada awal Dinasti Zhou Barat, mengusulkan kasus khusus "Gou 3, Gu 4, Xian 5", karenanya juga dikenal sebagai "Teorema Shang Gao". Di Yunani kuno, matematikawan Pythagoras juga secara independen menemukan hubungan ini dan mencoba memberikan bukti geometris yang ketat. Legenda mengatakan bahwa setelah membuktikan teorema tersebut, ia mengorbankan seratus lembu untuk merayakannya, sehingga sering disebut "Teorema 100 Lembu" di beberapa negara. Teorema ini adalah landasan geometri dan tonggak utama pertama bagi umat manusia dalam menguasai kombinasi angka dan bentuk.

Konsep Utama

Segitiga Siku-siku (Right Triangle)

Segitiga di mana satu sudut adalah sudut siku-siku (9090^\circ). Sisi yang berlawanan dengan sudut siku-siku disebut hipotenusa (cc), dan dua sisi lainnya disebut kaki (aa dan bb).

Teorema Pythagoras (Pythagorean Theorem)

a2+b2=c2a^2 + b^2 = c^2

Jumlah kuadrat panjang dua kaki segitiga siku-siku sama dengan kuadrat panjang hipotenusa.

Bukti Penataan Ulang (Rearrangement Proof)

Metode untuk membuktikan hubungan luas dengan memotong sosok geometris menjadi beberapa bagian dan menatanya kembali menjadi sosok lain tanpa mengubah luas total.

Formula & Penurunan

Rumus Teorema Pythagoras

a2+b2=c2a^2 + b^2 = c^2
Kuadrat alas aa ditambah kuadrat tinggi bb sama dengan kuadrat hipotenusa cc.

Perhitungan Hipotenusa

c=a2+b2c = \sqrt{a^2 + b^2}
Diketahui dua kakinya, panjang hipotenusa dapat ditemukan dengan mengambil akar kuadrat.

Langkah Eksperimen

  1. 1

    Tetapkan Panjang Sisi

    Sesuaikan panjang sisi aa dan bb di panel kontrol. Amati perubahan bentuk segitiga siku-siku dan bagaimana nilai hipotenusa cc diperbarui secara otomatis dengan kedua sisi.
  2. 2

    Amati Tata Letak Awal

    Ada empat segitiga siku-siku kongruen di layar yang menutupi persegi besar. Perhatikan area kosong di tengah yang tertutup oleh hipotenusa cc. Menurut Anda bagaimana luasnya harus dinyatakan dalam istilah cc?
  3. 3

    Mulai Translasi

    Klik "Berikutnya" dan amati lintasan segitiga. Mereka hanya mengubah posisi; apakah total luas persegi besar berubah saat ini?
  4. 4

    Saksikan Kekekalan Luas

    Setelah transformasi selesai, area kosong pusat asli diatur ulang menjadi dua persegi kecil. Panjang sisinya masing-masing sesuai dengan aa dan bb. Membandingkan tata letak geometris sebelum dan sesudah perubahan, bisakah Anda menyimpulkan mengapa a2+b2a^2 + b^2 harus sama dengan c2c^2?

Hasil Pembelajaran

  • Memahami signifikansi aljabar dan latar belakang intuitif geometris dari teorema Pythagoras
  • Menguasai metode berpikir bukti geometris menggunakan "Prinsip Kekekalan Luas"
  • Menerapkan rumus a2+b2=c2a^2 + b^2 = c^2 secara fleksibel untuk menghitung panjang sisi yang hilang
  • Membangun imajinasi spasial dan memahami dampak translasi bentuk pada tata letak

Aplikasi Nyata

  • Konstruksi: Menentukan sudut siku-siku fondasi dengan cepat menggunakan aturan "3-4-5" di lokasi konstruksi
  • Navigasi: Menghitung jarak garis lurus (jarak Euclidean) antara dua titik dalam sistem koordinat peta menggunakan teorema Pythagoras
  • Grafika Komputer: Deteksi batas tabrakan objek secara waktu nyata, atau perhitungan jarak rambat cahaya dalam ruang 3D
  • Stabilitas Struktural: Menghitung panjang aman tangga yang diletakkan di dinding, atau kekuatan pendukung rangka atap

Kesalahpahaman Umum

Salah
Teorema Pythagoras berlaku untuk semua segitiga
Benar
Salah. Ini hanya berlaku untuk "Segitiga Siku-siku". Untuk segitiga lancip atau tumpul, hubungan antara ketiga sisi mengikuti Hukum Cosinus: c2=a2+b22abcosCc^2 = a^2 + b^2 - 2ab\cos C.
Salah
Dalam segitiga siku-siku mana pun, apakah a2+b2a^2 + b^2 selalu lebih besar dari c2c^2?
Benar
Salah. Menurut teorema, a2+b2a^2 + b^2 persis sama dengan c2c^2. Jika Anda menemukan bahwa mereka tidak sama, itu berarti segitiga tersebut pasti bukan segitiga siku-siku.

Bacaan Lebih Lanjut

Siap untuk memulai?

Sekarang setelah Anda memahami dasar-dasarnya, mulailah eksperimen interaktif!