SciSimulator
Kembali ke Eksperimen

Hukum Pemantulan Panduan

FisikaPemulaWaktu baca: 3 menit

Ikhtisar

Ketika cahaya mengenai permukaan dan mengubah arah rambatnya, fenomena ini disebut pemantulan. Karena pemantulanlah kita dapat melihat matahari yang bersinar, serta bulan yang tidak bercahaya dan segala sesuatu di sekitar kita. Percobaan ini mensimulasikan bangku optik. Dengan mengontrol sudut datang sinar laser, kita akan menyimpulkan dan memverifikasi hukum pemantulan: 'tiga garis dalam satu bidang, dua garis di sisi berlawanan, dan dua sudut sama'.

Latar Belakang

  • Yunani Kuno: Euclid pertama kali mengusulkan hukum pemantulan dalam 'Catoptrics', yang menyatakan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul.
  • Zaman Keemasan Islam: Alhazen lebih lanjut mempelajari pemantulan dan pembiasan cahaya secara sistematis, meletakkan dasar eksperimental untuk optik modern.
  • Era Modern: Fermat mengusulkan 'Prinsip Fermat' (cahaya menempuh jalur yang membutuhkan waktu paling sedikit), dengan sempurna menurunkan hukum pemantulan dari ketinggian teoretis.

Konsep Utama

Garis Normal

Garis yang melewati titik datang dan tegak lurus terhadap permukaan pemantul. Ini adalah 'garis bantu' yang diperkenalkan secara artifisial untuk kenyamanan pengukuran sudut, bukan sinar cahaya nyata.

Sudut Datang

ii

Sudut antara sinar datang dan garis normal. Sering dilambangkan dengan ii dalam percobaan.

Sudut Pantul

rr

Sudut antara sinar pantul dan garis normal. Sering dilambangkan dengan rr dalam percobaan.

Formula & Penurunan

Hukum Pemantulan

r=ir = i
Sudut pantul sama dengan sudut datang. Selanjutnya, sinar datang, sinar pantul, dan garis normal harus terletak pada bidang yang sama.

Langkah Eksperimen

  1. 1

    Nyalakan Sumber Cahaya

    Klik 'Sakelar Laser' untuk menyalakan sumber cahaya. Anda akan melihat sinar laser merah menembak ke arah cermin datar di bagian bawah.
  2. 2

    Ubah Sudut Datang

    Seret gagang melingkar penunjuk laser. Saat Anda mengubah posisi sinar datang, Anda akan melihat bahwa sinar pantul juga berayun secara sinkron.
  3. 3

    Amati Kesimetrisan

    Centang 'Tampilkan Sudut' dan 'Tampilkan Normal'. Amati apakah sinar datang dan sinar pantul selalu simetris terhadap garis putus-putus itu (garis normal).
  4. 4

    Ringkasan Data

    Ubah sudut beberapa kali, seperti menyesuaikannya menjadi 3030^\circ, 4545^\circ, 6060^\circ. Catat dan bandingkan nilai di kedua sisi untuk memverifikasi apakah rr selalu sama dengan ii.

Hasil Pembelajaran

  • Memahami peran referensi garis normal dalam percobaan optik
  • Mengonfirmasi bahwa sudut pantul meningkat seiring dengan peningkatan sudut datang, dan nilainya selalu sama
  • Menjelaskan bahwa sinar datang dan sinar pantul terletak di sisi yang berlawanan dari garis normal
  • Menyadari bahwa ketika cahaya menembak tegak lurus ke permukaan cermin (sudut datang adalah 00^\circ), sinar pantul akan kembali sepanjang jalur semula

Aplikasi Nyata

  • Cermin: Memanfaatkan prinsip pembentukan bayangan oleh cermin datar untuk memeriksa penampilan seseorang
  • Lampu Belakang Sepeda: Dinding bagian dalam terdiri dari cermin datar kecil yang saling tegak lurus, menggunakan pemantulan ganda untuk memantulkan cahaya dari lampu depan mobil kembali ke mata pengemudi di sepanjang jalur semula
  • Periskop: Menggunakan dua cermin datar paralel untuk mengubah jalur cahaya, memungkinkan orang di bawah air atau di parit untuk mengamati situasi di permukaan tanah

Kesalahpahaman Umum

Salah
Sudut datang adalah sudut antara sinar cahaya dan permukaan cermin
Benar
Salah. Dalam fisika, semua sudut optik (datang, pantul, bias) mengacu pada sudut antara sinar cahaya dan 'garis normal'.
Salah
Pemantulan baur tidak mengikuti hukum pemantulan
Benar
Salah. Baik itu pemantulan teratur atau pemantulan baur, setiap sinar individu secara ketat mematuhi hukum pemantulan pada titik pemantulan. Alasan mengapa pemantulan baur menyebarkan cahaya adalah karena permukaannya tidak rata, menyebabkan arah garis normal di setiap titik tidak konsisten.

Bacaan Lebih Lanjut

Siap untuk memulai?

Sekarang setelah Anda memahami dasar-dasarnya, mulailah eksperimen interaktif!