Karakteristik Peleburan Panduan
Ikhtisar
Es krim meleleh, baja meleleh, dan lilin juga meleleh. Perubahan zat dari padat menjadi cair disebut "Peleburan" (Melting). Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Hipo (natrium tiosulfat) meleleh, suhunya tertahan di , sedangkan parafin semakin panas dan semakin cair saat dibakar? Eksperimen ini menggunakan metode pemanasan "tangas air" (water bath) klasik untuk menunjukkan kepada Anda perbedaan mendasar antara zat kristalin dan amorf selama proses peleburan.
Latar Belakang
Konsep Utama
Kristalin (Crystalline)
Zat padat dengan susunan partikel internal yang teratur dan titik leleh yang tetap. Contoh umum termasuk es, garam meja, hipo, dan logam.
Amorf (Amorphous)
Zat padat dengan susunan partikel internal yang tidak teratur dan tidak memiliki titik leleh yang tetap. Contoh umum termasuk parafin, kaca, gondorukem, dan aspal.
Titik Leleh (Melting Point)
Nilai suhu spesifik yang dipertahankan kristal selama proses peleburan.
Formula & Penurunan
Hubungan Penyerapan Kalor
Langkah Eksperimen
- 1
Pilih Objek Eksperimen
Pertama, pilih "Hipo". Perhatikan keadaan awalnya adalah butiran padat sekitar . Menggunakan tangas air mencegah pemanasan berlebih lokal. - 2
Mulai Pemanasan dan Amati Kurva
Klik "Mulai Pemanasan". Amati dengan cermat tren kurva suhu-waktu dan perubahan pada tampilan hipo. Apa yang terjadi pada keadaan hipo ketika suhu naik ke nilai tertentu? - 3
Analisis Karakteristik Kurva
Terus amati kurva suhu-waktu. Apakah kurva selalu naik? Jika dataran (plateau) muncul, dalam keadaan apa hipo berada? Apa karakteristik suhunya? - 4
Bandingkan dengan Amorf
Atur ulang eksperimen dan beralih ke "Parafin". Klik panaskan, dan bandingkan bagaimana perbedaan kurva suhu-waktu parafin dengan hipo. Bagaimana perubahan keadaan parafin selama proses pemanasan?
Hasil Pembelajaran
- Rangkum kondisi untuk peleburan kristal: mencapai titik leleh + terus menyerap kalor.
- Pahami fakta fisika bahwa kristal mempertahankan suhu konstan sambil menyerap kalor selama peleburan.
- Pelajari cara mendeskripsikan fenomena fisika "kenaikan suhu dan pelunakan" selama peleburan amorf.
- Kuasai tujuan metode pemanasan tangas air dan detail penggunaan termometer.
Aplikasi Nyata
- Pembuatan Baja: Memanfaatkan sifat bahwa besi adalah kristal untuk mengontrol suhu tungku untuk peleburan yang presisi.
- Pengecoran: Memanfaatkan sifat bahwa logam cair mendingin dan memadat kembali menjadi kristal.
- Pemrosesan Kaca: Memanfaatkan sifat bahwa kaca adalah amorf dan tidak memiliki titik leleh tetap untuk meregangkan dan meniupnya menjadi karya seni saat melunak.
Kesalahpahaman Umum
Bacaan Lebih Lanjut
Siap untuk memulai?
Sekarang setelah Anda memahami dasar-dasarnya, mulailah eksperimen interaktif!